Bangkalan, Lingkungan pendidikan dan kesehatan menuntut tingkat kesiapsiagaan tertinggi. Prinsip ini diwujudkan dengan sukses dalam gelaran Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Prodi D3 Kebidanan Bangkalan. Acara ini mencatat partisipasi penuh, di mana seluruh Civitas Akademika—mulai dari mahasiswi, Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), Satuan Pengamanan (Satpam), Cleaning Service, hingga ibu Dapur—berkumpul menjadi satu tim tanggap darurat yang terlatih.
Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran ini, telah mengubah setiap sudut kampus menjadi zona siaga.
Membangun Budaya Siaga: Setiap Individu Adalah Penyelamat
Ketua Prodi D3 Kebidanan Bangkalan, Suryaningsih,S.SiT.,M.Keb, menegaskan bahwa keselamatan adalah aset tak ternilai. “Kami tidak hanya mencetak bidan yang unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga individu yang utuh, siap menghadapi krisis. Ancaman kebakaran tidak memilih tempat, bisa berawal dari korsleting di ruang dosen, hingga kompor di dapur. Oleh karena itu, semua orang wajib tahu cara bertindak,” jelas beliau.
Pelatihan ini dirancang secara inklusif, memastikan setiap peserta menerima materi yang relevan dengan tugas dan area kerja mereka:
- Mahasiswi dan Dosen/Tendik: Dilatih memimpin evakuasi, mengamankan dokumen vital, dan membantu jalur penyelamatan yang aman.
- Satpam (Garda Terdepan): Mendapat fokus pada koordinasi darurat, memutus aliran listrik utama, dan menjadi penghubung pertama dengan tim Damkar.
- ibu dapur: Menerima pelatihan praktis penanganan api akibat minyak atau gas, menggunakan teknik tradisional yang cepat dan efektif.
? Tegang dan Antusias: Saatnya Melawan Api dengan Tangan Sendiri
Puncak dari sosialisasi ini adalah sesi simulasi yang menarik dan penuh adrenalin di lapangan. Di bawah instruksi petugas DPKP, peserta secara bergantian maju untuk berhadapan langsung dengan kobaran api yang disimulasikan.
“Awalnya saya agak gemetar melihat api itu. Tapi setelah diajari langkah ternyata memadamkan api dengan APAR itu bisa dilakukan dengan cepat dan aman. Ini pengalaman yang sangat berharga,” kata aisyah, salah satu perwakilan mahasiswi.
Tak kalah bersemangat, Ibu dari staf dapur menunjukkan keterampilan memadamkan api kompor dengan karung basah, sebuah teknik krusial di lingkungan kerjanya. Keberhasilan ini disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta, menunjukkan sinergi dan komitmen kolektif.
Kegiatan ini sukses besar dalam menanamkan kesadaran, keterampilan teknis, dan koordinasi tim yang solid. Dengan bekal ini, Prodi D3 Kebidanan Bangkalan kini tidak hanya siap menyambut calon tenaga kesehatan unggul, tetapi juga menjamin bahwa seluruh lingkungan kampusnya adalah zona aman, dijaga oleh seluruh civitas akademika yang Siap Siaga dan Tanggap Bencana.






